Sabtu, 22 Juni 2013



Tentang Rasa

Pertama kali kita bertemu
Jelas terasa rasa itu ada
Pertama bertemu
Cinta…

Sehari dengamu
Seperti beribu tahun hidup bersamamu
Tersenyum denganmu
Manis sekali

Melihat tingkahmu
Kejailanmu
Kelakuanmu
Semuanya menggelitik rasaku

Namun semua tu kini tak terlihat lagi
Aku di sini dan kamu jauh di sana
Terpisahkan oleh jarak yang tertera
Membuatku rindu

Aku ingin bertemu kembali denganmu
Kembali kesaat-saat itu
Sungguh…
Aku tak akan menyia-nyiakan waktu yang berjalan

Tapi aku tak bisa berkata
Aku cinta padamu
Karna kini kamu tak ada di sisiku
Di hadapanku

Aku takut…
Apakah kamu akan sama seperti mereka
Seperti orang-orang yang aku cintai
Menggoreskan luka yang tersayat

Kamu yang aku cinta
Ku mohon jadikan aku hatimu
Ku mohon ijinkan aku miliki rasa ini
Aku tak ingin menghapusnya

Carin Rianaditya Ajeng Putri


Suara Hati

Bawa dirinya kembali Tuhan…
Kembali bersamaku
Temani laraku
Dalam sepiku

Tuhan… berikanlah waktu
Agar aku bisa bertemu
Ijinkan aku tuk memeluknya
Dalam kehangatan

Biarkan aku bersamanya
Selamanya…
Merajut kasih berdua…
Yang telah lama ada

Aku ingin melihat senyumnya
Memandang wajahnya…
Walau tuk sementara
Ijinkanlah…

Tuhan… biarkan nafas ini
Tuk selalu berhembus
Biarkan mata ini
Tuk selalu melihat

Dirinya…
Selalu ada dalam fikiranku
Tuhan… beritahu
Agar dia bisa rasakan

Aku mencintainya…
Aku menyayanginya
Melebihi diriku sendiri
Percayalah…

Carin Rianaditya Ajeng Putri
Takkan Terganti

Hancurnya hati ini
Bila aku sendiri
Tanpa ada kau di sisiku
Menemani hatiku

Maafkan aku
yang tak bisa memilih
Dia dan dirimu…
Ada di hatiku

Yakinkan diri
kau hanya untukku
Walau kau selalu
Acuhkan diriku

Walau kau yang selalu
Jauh dariku
Kau tak akan terganti
Oleh dirinya

Berikan aku waktu
Untuk buktikan
Cintaku hanya dirimu
Dirimu selamanya

Carin Rianaditya Ajeng Putri



Semestaku

Ketika ku utarakan pada dunia
Tentang kisahku...
Tentang ceritaku...
Pada langit biru

Ketika aku membenci
Tak sedikitpun bergeming
Ketika aku mulai mengerti
Mungkin semesta menasehati

Aku katakan pada dunia
Bahwa hidup ini begitu luka
Bagiku... hanya luka
Tetapi di dalamnya ada cinta

Aku ingin angin menghembuskan jawaban
Tentang kesesatan yang terjadi
Pada makhluknya... pada dunia...
Pada singgahsananya...

Mungkin isyarat...
Atau bahkan sebuah tamparan
Hidup saling membutuhkan
Meski tak selalu bersamaan

Dunia, tolong katakan
Inikah catatan tersisa?
Aku dan perjalananku
Aku akui...

Terimakasih semesta dan makhluknya
Membuatku bisa mencintai
Dan dicintai
Pada genangan air di bumi

Carin Rianaditya Ajeng Putri